Tanah Air mata
karya : Sutardji Calzoum Bachri
Tanah Air mata tanah tumpah dukaku
mata air air mata kami
air mata tanah air kami
Disinilah kami berdiri menyanyikan
air mata kami
Dibalik gembur subur tanah mu
kami simpan perih kami
Dibalik etalase megah gedung-gedungmu
Kami coba sembunyikan derita kami
Kami coba simpan nestapa
Kami coba kuburkan duka lara
Tapi perih tak bisa sembunyi
Ia merebak kemana-mana
Bumi memang tak sebatas pandang
Dan udara luas menunggu
Namun kalian takkan bisa menyingkir
Kemanapun melangkah
Kalian pijak air mata kami
Kemanapun Terbang
Kalian kan hinggap di air mata kami
Kemanapun melangkah
Kalian arungi air mata kami
Kalian sudah terkepung
Tak kan bisa mengelak
Tak kan bisa kemana pergi
Menyerahlah pada kedalaman airmata
Makna dalam puisi itu adalah rakyat-rakyat kecil yang menyampaikan deritanya kepada para pejabat-pejabat yang berada di balik gedung-gedung megah bahwa mereka akan terus menginjak air mta para rakyat kecil meskipun mereka pergi jauh mereka akan tetap menginjak airmata rakyat.
Mama
Jangan lagi pergi hari ini mama
temani diriku temani tidurku
sekali ini
Untuk apa mama kau sibuk bekerja
dan tak kenal lelah
kau lakukan semua
hanyalah untukku
Katakan mama
sejuta duka yang tak terungkapkan
Katkan mama
apa yang kau ingin aku lakukan
Ingin ku membantu mama
menyemirpun mau
sambil ku menjual koran
sepulang sekolah
GURU
Darinya kita tau berhitung satu
Sampai kita mampu berhitung seribu
Diajarinya kita mengeja dan merangkai kata
Sampai kita mampu merangkai
ucapan cinta
Guru mengapa jasamu tak di beri tanda
Atau karna kami tak mampu menghitungnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar